Beras Bantuan Diganti Setelah Viral: Mengapa Negara Baru Bergerak Setelah Rakyat Bersuara?
Oleh: Afifah Demolisher
Warga Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, akhirnya bisa tersenyum lega. Beras bantuan pangan (Banpang) yang sebelumnya ditolak karena berwarna kuning dan dinilai tidak layak konsumsi, diganti oleh Bulog dengan beras yang lebih baik. Bantuan berupa 20 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng pun diterima masyarakat dengan rasa syukur, terlebih di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Namun, di balik kabar baik tersebut, tersimpan pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa tindakan korektif baru dilakukan setelah persoalan ini menjadi viral dan mendapat sorotan publik?
Bukankah setiap bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat seharusnya telah melalui proses pemeriksaan kualitas yang ketat sebelum sampai ke tangan rakyat? Jika mekanisme pengawasan berjalan sebagaimana mestinya, beras yang dinilai tidak layak konsumsi tentu tidak akan pernah didistribusikan.
Kasus ini menunjukkan adanya persoalan yang lebih dalam daripada sekadar kualitas beras. Yang dipertanyakan adalah kualitas tata kelola pelayanan publik itu sendiri. Negara seolah bergerak cepat ketika sorotan publik mengarah kepadanya, tetapi lambat dalam melakukan pencegahan sebelum masalah muncul.
Padahal bantuan pangan bukanlah hadiah dari pemerintah. Bantuan adalah hak rakyat yang wajib dipenuhi negara. Karena itu, standar pelayanan tidak boleh bergantung pada viral atau tidaknya suatu kasus.
Dalam sistem kapitalisme saat ini, pelayanan publik sering kali berjalan dengan paradigma administratif dan target penyaluran semata. Yang penting bantuan tersalurkan, sementara aspek kualitas, pengawasan, dan tanggung jawab sering kali menjadi urusan belakangan. Akibatnya, berbagai persoalan terus berulang. Hari ini beras bantuan bermasalah, kemarin bantuan pangan tidak layak, sebelumnya program MBG memunculkan kasus keracunan. Polanya sama: masalah muncul terlebih dahulu, perbaikan dilakukan kemudian.
Islam memiliki paradigma yang berbeda dalam mengurus urusan rakyat. Dalam Islam, penguasa adalah ra'in (pengurus) dan junnah (pelindung) bagi rakyatnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa pelayanan kepada rakyat bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Karena itu, dalam sistem Islam, negara tidak hanya memastikan bantuan tersalurkan, tetapi juga memastikan kualitasnya layak dan aman diterima masyarakat. Aparat yang lalai atau sengaja membiarkan distribusi barang tidak layak dapat dikenai sanksi tegas karena telah merugikan rakyat.
Lebih dari itu, Islam tidak menjadikan bantuan sosial sebagai solusi utama dalam menyejahterakan masyarakat. Negara wajib menciptakan sistem ekonomi yang mampu menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat melalui distribusi kekayaan yang adil, lapangan kerja yang memadai, pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan umat, serta pelayanan publik yang berkualitas.
Ketika harga sembako naik dan masyarakat bergantung pada bantuan untuk bertahan hidup, sesungguhnya itu menjadi alarm bahwa ada persoalan ekonomi yang belum terselesaikan. Bantuan memang dapat meringankan beban sesaat, tetapi tidak boleh menjadi pengganti kewajiban negara dalam mewujudkan kesejahteraan yang hakiki.
Kasus beras bantuan di Bangkalan semestinya menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Bukan sekadar mengganti beras yang bermasalah, melainkan membenahi sistem pelayanan agar tidak lagi bekerja berdasarkan tekanan publik dan viralitas media.
Rakyat berhak mendapatkan pelayanan terbaik sejak awal, bukan setelah mereka mengeluh. Sebab dalam Islam, amanah terhadap urusan rakyat adalah kewajiban yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab, bukan setelah kesalahan terlanjur terjadi. :::
Sumber Berita : https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/09/182410978/beras-banpang-bulog-diganti-warga-di-bangkalan-semringah-dapat-bantuan-saat
#PelayananPublik
#BantuanPangan
#BerasBanpang
#Bulog
#Bangkalan
#KesejahteraanRakyat
#IslamMengaturNegeri
#IslamSolusi
#AmanahPemimpin
#OpiniIslam
#PelayananDalamIslam
#SuaraRakyat
#FaktaNegeri
#NegaraPengurusRakyat
#SistemIslamRahmatanLilAlamin

No comments:
Post a Comment